Tari Buyung dan Upacara Serentaun Khas kuningan
Tari Buyung Dan Upacara Serentaun
Seni Tari adalah salah satu bagian dari karya seni
yang berbentuk gerakan gerakan,gerakan yang dilakukan bukanlah sembarangan
setiap gerakan memiliki arti dan makna tersendiri sehingga gerakan yang
dihasilkan terhilhat indah ,Disini saya akan membahas tentang salah satu
taraian khas daerah kabupaten kuningan yaitu Tari Buyung,dalam melakukan tarian
ini penari menggunakan buyung,buyung adalah salah satu alat yang fungsnya untuk
mengambil air,terbuat dari logam atau tanah liat,Pada zaman dahulu buyung ini
digunakan para wanita untuk mengambil air di sungai,mata air atau kolam,dan
dibawa dengan cara meletakan nya di atas kepala mereka,Tari buyung ini di
kreasikan oleh Emalia Djatikusumah, istri Pangeran Djatikusumah,
seorang sesepuh adat.
Tarian ini mengisahkan tentang para
gadis desa yang turun mandi bersama teman temannya untuk mengambil air
dipancuran Ciereng dengan menggunakan Buyung,karena inilah keistimewaan dan
keunikan dari tari buyung,Dari setiap gerakan tari buyung ini terdapat banyak
sekali makna seperti Menginjak kendi sambil membawa buyung di kepala (nyuhun)
erat hubungannya dengan ungkapan “di mana bumi di pijak di situ langit
dijunjung”. Membawa buyung di atas kepala sangat memerlukan keseimbangan. Hal
ini berarti bahwa dalam kehidupan ini perlu adanya keseimbangan antara perasaan
dan pikiran.Selain itu ada juga Pergelaran Tari Buyung dengan formasi Jala
Sutra, Nyakra Bumi, Bale Bandung, Medang Kamulan, dan Nugu Telu memiliki makna
yang menyiratkan bahwa masyarakat petani Sunda adalah masyarakat yang religius.
Tuhan diyakini sebagai Kausa Prima (sebab akibat) dari segala asal-usul sumber
hidup dan kehidupan. Sementara manusia merupakan mahluk penghuni bumi yang
paling sempurna di antara mahluk-mahluk ciptaan Tuhan lainnya.
Tari
buyung biasanya ditampilkan dalam acara upacara serentaun,upacara ini juga
merupakan salah satu budaya khas kabupaten kuningan,seren yang artinya
menyerahkan dan taun yang artinya tahun,secara definitif seren taun dapat
diartikan sebagai upacara penyerahan hasil panen dalam setaun,karena masyarakat
sebagian besar bermata pencahrian sebagai petani,upacara ini menandakan mereka
bersyukur dengan hasil panen yang telah mereka dapatkan dan dilanjutkan dengan doa
memohon keberkahan untuk hasil yang mereka dapatkan dan juga meminta
keselamatan dalam menjalani aktifitas mereka di tahun tahun atau di masa masa
yang akan datang.
Referensi :
http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=387&lang=id
http://bebas-terikat.blogspot.com/2009/10/tari-buyung-dalam-upacara-seren-taun.html
http://www.google.com/imgres?newwindow=1&sa=X&tbm=isch&tbnid=ibhfV12H-0ZxLM%3A&imgrefurl=http%3A%2F%2Fwww.visitkuningan.com%2Fid%2Findex.php%2Ftentang-kuningan%2Fseni-dan-budaya%2F220&docid=x9WgK-_m4XtoYM&imgurl=http%3A%2F%2Fsphotos-b.ak.fbcdn.net%2Fhphotos-ak-ash4%2F479768_481302085243122_1033093186_n.png&w=854&h=480&ei=DhQgU6rCOceB0QGow4DIBg&zoom=1&ved=0CJQCEIQcMD0&iact=rc&dur=383&page=4&start=56&ndsp=21&biw=1366&bih=664
http://www.google.com/imgres?newwindow=1&sa=X&tbm=isch&tbnid=uhBFUEH-Rxv4pM%3A&imgrefurl=http%3A%2F%2Fwww.himpalaunas.com%2Fartikel%2Fbudaya%2F2011%2F12%2F31%2Fupacara-adat-seren-taun-cigugur&docid=R_XHLZBajGmd6M&imgurl=http%3A%2F%2Fwww.himpalaunas.com%2Fsites%2Fhimpalaunas.com%2Ffiles%2Fimagecache%2FOriginal%2FBernyanyi.jpg&w=512&h=340&ei=DhQgU6rCOceB0QGow4DIBg&zoom=1&ved=0CHUQhBwwCw&iact=rc&dur=955&page=1&start=0&ndsp=15&biw=1366&bih=664



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda